Sabtu, 10 November 2012

Ayah...

ayah, satu nama berjuta arti
kau tahu yang tak ku tahu
kau hidup untuk hidupku
Kau berikan aku pengertian yang aku tidak mengert
kau ajari aku pelajaran yang aku tidak pahami


    betapa sedih betapa perih semua bersatu dalam sau tangisan
    tetesan air mata hati seakan tak bisa di tahan
    kau tak pernah mengerti tak pernah pula memahami
    kadang ku berfikir hidup tak pernah adil
    semua menjauh memusuhiku
    cinta darimu menghilang seperti tak mau menemuiku lagi
    sebesar apakah dosa dan kesalahanku ?

perkataanmu menyentak
mengejutkan
terbelalak mata
terenyuh bergetar jiwa
terpaku suara
tersentak kata

  ingin ku berlari tinggalkan semua
  tapi ku tetap mencoba untuk bertahan dalam kegelapan hidup
  berdesir bulir-bulir samar
  melenyapkan seberkas cahaya gemilau
  berubah segenap menjadi kelam
  meleburkan ketulusan hati menjadi usang

ayah,
kemana sinarmu ?
kemana ketulusan hatimu ?
ku memuja serayu berdoa
mengadu pada kekuasaan ilahi
mengharap munculnya lagi cahaya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar